Tono dan Dina, pasangan muda dengan dua anak yang ceria, sedang duduk di ruang tamu rumah mereka yang sederhana. Di luar, hujan turun dengan derasnya, seakan turut merasakan kekhawatiran yang sedang melanda keluarga kecil itu. Tono baru saja kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempatnya bekerja terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja akibat dampak krisis ekonomi.
“Dina, bagaimana jika kita tidak bisa memenuhi kebutuhan anak-anak?” Tono mengeluh sambil menatap kosong ke luar jendela.
Dina memandangnya dengan penuh perhatian, lalu menggenggam tangannya. “Tono, kita tidak bisa hidup dalam ketakutan. Tuhan berjanji dalam Filipi 4:6-7 bahwa kita tidak perlu khawatir. Dia akan menyediakan apa yang kita butuhkan.”
Tono menghela napas, meresapi kata-kata istrinya. Mereka memutuskan untuk berdoa bersama sebagai keluarga, memohon agar Tuhan memberikan jalan keluar dan memimpin langkah mereka ke depan. Meskipun keadaan serba tidak pasti, mereka percaya bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan mereka.
Minggu berikutnya, Tono mendapatkan panggilan dari sebuah perusahaan lain yang menawarkan pekerjaan dengan kondisi yang lebih baik. Keluarga Pramono merayakan berkat Tuhan dengan hati yang penuh syukur. Mereka belajar bahwa meskipun hidup penuh tantangan, Tuhan selalu ada untuk memberikan yang terbaik bagi mereka yang percaya dan tidak khawatir.